Sabtu, 01 Februari 2014

JAM TANGAN (25 April 2011) #part-1



Masa SMA memang masa yang paling indah, paling berkesan, paling luar biasa. Saat itu kami kembali mengenang masa SMA dengan berkunjung ke sekolah kami di hari libur. Berkeliling melihat-lihat perubahan apa saja yang terjadi selepas kepergian kami. Sekolah yang asri dengan tanaman-tanaman yang indah dan pohon-pohon yang menyejukkan. 

Kami telusuri kelas-kelas yang menjadi tempat kenangan kami, kami telusuri kantin, toilet, ruang guru, dan tempat-tempat lain yang banyak menyimpan kenangan indah masa silam. Yaah.. tak terasa kami sudah kurang lebih 2 tahun menjadi alumni sekolah ini. Begitu banyak perubahan, menjadi lebih indah, lebih nyaman, lebih asri. Membuat para alumni iri karena dulu tak sekeren ini. Begitu pun yang aku, Gumi dan Dera rasakan saat ini.

Gumi dan Dera adalah dua sahabatku yang begitu banyak mengajarkan arti kehidupan, arti sebuah pertemanan, banyak menggoreskan tinta cerita dalam lembaran-lembaran buku kehidupanku. Gumi sang sosok kekanakkan dan Dera sang sosok kebapakan. Aku sayang keduanya, dua sosok yang berbeda tapi menjadi saling melengkapi saat dipertemukan. Aku suka sifat kekanakkannya Gumi dan aku butuh sikap kebapakan Dera. Dua sahabat yang benar-benar melengkapi hari-hariku.

Hal yang paling ku ingat saat SMA dulu, aku selalu menghabiskan waktu istirahatku untuk mencari dan memanen jambu kupa, tanaman hasil perkawinan silang antara pohon jambu dan pohon kupa –itu kata pak Didi guru biologi kami. Sebuah pohon yang menjulang tak begitu tinggi di depan kelas kami, aku yang pendek ini selalu meminta bantuan Gumi karena dia lebih tinggi. Ia selalu mau menolongku mengambilkan jambu kupa itu, ikut berseru riang saat kami berhasil dengan susah payah mengail bahkan kadang memanjat pohon ini. 

Dan Dera selalu memperhatikan kami dari jauh, menasehati dan memastikan kami tidak apa-apa. Benar-benar seperti seorang bapak yang begitu takut anaknya terjatuh. Setelah puas mengambil jambu-jambu kupa itu, kami dengan bangga membagikannya pada siapa saja yang mau mencoba buah ini. Tak terkecuali Dera, tentu saja ia selalu menjadi orang pertama yang kami tawari. Sebuah kenangan yang indah.

Hari ini, seolah kejadian itu terputar kembali di memori otakku saat aku melihat pohon jambu kupa yang masih kokoh berdiri di depan kelas kami itu. Lalu kami saling berpandangan dan tersenyum satu sama lain, saling tahu apa yang sedang dipikirkan –mengingat kejadian yang begitu konyol itu. Lalu kami memasuki kelas kami yang dulu –kebetulan pintunya tak dikunci. Kami lihat disana banyak yang berubah, namun bagaimana pun kelas ini masih menyisakan nuansa kelas kami yang dulu. 

Kami ingat Bu Nana guru kimia yang selalu menyuruh muridnya ke depan kelas untuk mengerjakan soal-soal yang beliau berikan, menyuruh muridnya untuk membuka buku dengan halaman yang beliau sebutkan, memanggil satu persatu nama muridnya untuk membacakan dengan suara tegas halaman tersebut. Yaah.. saat memasuki kembali kelas ini, semua memori kenangan masa silam terputar dengan sendirinya, ada rindu yang menelisik dalam hati. Kangeeeen… ingin kembali ke masa lalu rasanya.

Setelah puas menelusuri tempat-tempat yang menjadi kenangan, kami beranjak pergi menuju bengkel untuk mengambil motor Dera yang baru saja di cuci. Sesampainya disana Dera langsung memberikan beberapa rupiah pada sang montir, lalu menyuruh kami (aku dan Gumi) untuk pergi ke rumahnya duluan. Karena ga mungkin kita naik motor bertiga. 

Akupun berjalan di samping Gumi dan pergilah kami menuju rumah Dera. Setelah beberapa langkah berjalan, aku merasa jalan menuju rumah Dera dulu bukanlah kesini, apa rumah Dera sudah pindah? Karena ragu akupun bertanya pada Gumi “Gum, emang lewat sini yah rumah Dera?”. “lha? Iya kan kalo ga salah? Ato salah yah..? waduh aku juga lupa.”, jawab Gumi bingung. “waah.. kita salah jalan nih! Kayanya kesana deh”, seruku yang ikutan bingung. Lalu kami pun memutar arah, dan dengan susah payah memutar kembali memori otak, mencoba mengingat jalan mana yang harus ditempuh untuk sampai ke rumah Dera, dan akhirnya kami pun sampai.

Sampai di rumah Dera, kami nonton TV. Tapi acara TV seolah hanya menjadi formalitas, agar suasana rumah tidak terlalu sepi. Kami bertiga malah asik mengobrol dan membiarkan televisi mengoceh sendirian. Kami ingin pergi jalan-jalan sebenarnya, tapi karena hujan, jadi kami terjebak di sini. Beberapa saat kemudian, tanpa diminta Dera langsung beranjak ke dapur dan membawakan kami minum dan cemilan. Tanpa menunggu di persilakan, aku dan Gumi langsung menyantap jeruk dan pudding yang disediakan Dera di atas meja. Kami menunggu hujan reda sambil ngemil. 

Cemilan habis, namun hujan tak kunjung reda. Kebosanan mulai menyergap. Gumi beranjak menuju ruangan play station untuk bermain bersama adiknya Dera –yang dari tadi asik bermain sendirian. Tinggalah aku berdua dengan Dera di ruang tengah. Dua hari yang lalu Dera ulang tahun, dan aku membawa kado untuknya sekarang. Tapi bingung untuk memberikannya, mengingat disini ada Gumi –meskipun dia sedang asik bermain PS. 

Aku ga mau Gumi menganggapku pilih kasih, ato ngambek gara-gara waktu dia ulang tahun aku tak memberikan kado apapun. Tapi akhirnya kuberanikan diri untuk memberikan kado ini pada Dera. Berharap ia langsung menyimpannya ke kamar dan membukanya nanti saat aku dan Gumi sudah pergi dari sini.

Tapi tanpa diduga Dera langsung membuka bungkusan kado itu di hadapanku, dan entah mengapa Gumi pun tiba-tiba berhenti bermain PS, dan beranjak ke ruang tengah, lalu dengan diam menyaksikan Dera membuka bungkusan kado itu. Usai membukanya, Dera pun langsung mengucapkan terimakasih dan mengundang sebuah pertanyaan (dari Gumi) itu hadir “lo yang ngasih Ghis?”. Sebuah pertanyaan simple, namun seolah menusukku bagai sebuah pertanyaan ‘kok waktu gue ulang tahun lo ga ngasih apa-apa?’. Aku hanya tersenyum menjawab pertanyaan itu. 

Terlihat seraut kekecewaan di wajah kekanakkannya itu, namun ia tutupi dengan sebuah kegirangan “ciie.. selamat ulang tahun ya Der. Waah jam tangannya bagus banget yah”. Dera tak menanggapi perkataan Gumi, ia malah bertanya padaku “berapaan sih ini Ghis..? pasti mahal yah?”. Dan aku hanya berkata “ada deh..” seraya tersenyum girang karena jam tangan pilihanku –yang tidak terlalu mahal itu terlihat begitu elegan dan mahal.
***
-to be continued-

agar-agar jelly dua lapis cinta #part-3



Belum puas dengan mie dan rujak, mereka berdua masih menanyakan kapan sesi pesta agar-agarnya. Oke oke.. akupun ngecek agar-agarnya, dan ternyata udah jadi. Jadinya cantik banget, jeli dua lapis dengan rasa jeruk di atas, plus taburan potongan stroberi dan rasa coklat dibawah, yaah meskipun hiasan stroberi yang tadinya dibentuk lope sama sekali ga mirip lope, yaudalayah.. terus aku bawain susu sasheet cap enak untuk disiram diatas stroberinya. Tanpa komando, kiki langsung menyiram agar-agar jeli dua lapis itu dengan susu, waah menambah kecantikan dan cita rasa agar-agar jeli dua lapis ini. Dan tanpa komando juga, wawan langsung memotong agar-agar jeli dua lapis ini kaya potongan pizza, selesai dipotong, ada jeli yang nyangkut di pisau dan langsung dijilat sama wawan. Iyuuh.. jorok! Jangan dipake lagi pisaunyaaaa…

Abis itu kita poto-poto pake hape wawan yang katanya mau dijual tapi belum ada yang mau beli (yeeh kan udah aku bilang waan.. sini.. aku ambil, uangnya minta ke Halim :), kamunya gamau, yaudah). Wawan menambahkan lagi siraman susu ke agar-agarnya, “eh udah wan!”, kata kiki teh. Wawan pun berhenti dan bertindak jorok lagi, masa sekarang dia ngejilat susu sasheetnya? Padahal tuh susu masih adaan. Aah nyebelin! Jangan disiramin pake susu sasheet itu lagiiii…

Semua telah memegang sendok dan siap menyantap! Sejak lidah ini merasakan gigitan pertama jelinya, “hmmm.. enak enak enak enaaaaak..! iih enaak banget, Alhamdulillah yaah (pake gaya ngomong syahrini tea)”, seruku riang, Alhamdulillah aku berhasil bikinnya.. yeee!! Yang lain mengiyakan kalo agar-agar ini enak. Terus sekarang aku mulai menggombal (mu ngalahin kiki ah, emang cuma kiki doang yang bisa ngegombal? ;p) “emang yah.. enak banget! Segala sesuatu yang dibikin penuh cinta tuh emang selalu enak yaah?’, kataku dengan senyum so’ manis. Kulihat ekspresi tersirat ‘naon sih maneh is? Gombal!’ dari mata wawan dan kiki. “iya tauuu.. aku kan bikinnya penuh cinta gitu buat kalian berdua.. ya ampuuun (#dengan logat alay tea) nama agar-agar ini adalah ‘agar-agar jelly dua lapis cinta :)’ hmm hmm hmm atau agar-agar cinta dua hati, hahaha etamah laguna si apgan.”.

“eh beneran lho.. kita ikhlas banget bikinin kalian agar-agar jeli ini”, seru tehLinda penuh semangat. “eh teh, orang ikhlas tuh gakan bilang-bilang kalo dia ikhlas”, timpal kiki. “hey hey hey! Ngga ko! Aku ga IKHLAS sama sekali, tapi penuh cinta!”, eeahh akupun asik menggombal sendiri, nyeloteh ga jelas sambil terus melahap agar-agar jeli ini yang emang luar biasa banget enaknya! Ga boong deh :), this is it.. agar-agar jelly dua lapis cinta ala chef Lin-dan-is Queen. Hmmm… nyammiiiii~

Ditengah keseruan menyantap agar-agar, akupun menyampaikan maksud sebenarnya, hahaha :D. “eh, tapi tapi.. satu hal yang harus kalian ketahui..”, seru aku tiba-tiba yang membuat kerut bingung muncul di kening dua ikhwan yang menyantap lahap agar-agar ini, lalu keluarlah senyum-senyum licik antara aku dan tehLinda, hahaha :D, “ini semua ga gratis lhooo..”, kataku dengan senyum termanis buat mereka. Dua-duanya so’ iyeh panik-panikan, “waah.. wan, balik yu ah”, ajak kiki ke wawan, “wah iya nih, aku mu ke cisarua sama si munir”, timpal wawan. “Heeeeey..! seenaknya yaah.. kalian tega apah..? jahat banget ngebiarin kita harus ngelakuin itu berdua doang.. bantuin yaah”, seruku. “mu ngapain sih? Aku mau ngehome visit is”, tanya kiki. 

“Itu dia, aku tuh mau bilang kiki jangan dulu ngehomevisit hari ini yah, besok aja.. sekarang bantuin kita dulu, yah yah yah?”, kataku menjelaskan. “eish ga bisa! Harus sekarang, bisi pada keburu ke Bandung, kan kamis udah mulai kuliah lagi. Ngebantuin apa sih?”, timpal kiki. “ini ngehomevisit juga kok ki, wan.. bantuin yaah.. anterin kita laah pliiiis.. masa kalian tega sama kita, yah yah yah?”, jawab aku teh. “Homevisit? Homevisit kemana?”, tanya mereka berdua. “ke kosan tehLinda! Hehehe ;p, bantuin pindahan. Yah yah yah da bageur…”, jawabku. Singkat cerita, mereka berdua mau ajah ngebantuin, ngajak yoga juga, dan singkat cerita juga beberapa menit kemudian yoga pun datang. 

Ku sambutlah yoga dengan sapaan penuh ceria “papiiiiiiiiiiiiiiih..” (#panggilan papih adalah salah satu sejarah santolo), tapi dengan dinginnya yoga sama sekali ga ngerespon, bahkan tak memalingkan sedikitpun wajahnya untuk menoleh ke hadapku. Aiih nyebelin, ga di respon. Lagi-lagi dengan penuh ceria aku tetap menyapanya “papiiiiiiiiiiih.. (not responding), iih si papih mah meni jahat! Iih aku ga di waro.. nyebelin”, kata aku teh, trus yoga malah nanyain di kamar mandi ada orang ga? Beuh.. cape deh.

Barang-barang tehLinda pun telah berpindah ke ruang depan dan siap dibawa, aku memilih yang ringan, Hahaha :D. “aku yang ini aja deh, biar bisa dipeluk”, celotehku. Wawan menimpali, “si iis mah tadi cinta, sekarang peluk, ih cinta-cintaan wae”, “biarin dong, suka-suka aku”, timpalku. Akhirnya semua siap untuk berangkat dengan bawaan masing-masing. “Alhamdulillah yaah” (#pake gaya syahrini tea).

“Gandeng maneh is!”, timpal yoga yang bosan dengan gaya ngomong alhamdulillahnya syahrini, sesuatu banget gituh ;p. Singkat cerita, kita pun pergi menuju kosan tehLinda, dan ditengah jalan setapak (saat itu, wawan memimpin di depan, lanjut aku yang ada di belakang wawan, kemudian ada yoga di belakangku, terus kiki dibelakang yoga, dan terakhir tehLinda di urutan paling belakang) tiba-tiba barang bawaannya yoga jatuh, gatau deh kenapa. Aku yang melihat kejadian itu langsung nyeletuk “yah elah, yoga merhatiin aku terus siih..” (#kembali gombal mode on), dan kudengar tehLinda dan kiki bisik-bisik “kepedean amat sih si iis”, hahaha :D gue gituh.

Singkat cerita, usai sudah pemindahan barang-barang tehLinda dari asrama ke kosan, meskipun sempet mampir dulu ke asrama ikhwan tu barang-barang. Kiki, wawan, yoga pun beranjak kembali ke asrama. Aku masih harus nemenin tehLinda bebenah kamar kosannya. Selesai itu, kita langsung pulang lagi ke asrama, sambil nyari jalan tikus. Dan tiba-tiba tembuslah kita langsung ke unpad, weew asik banget dah.. deket banget berarti kosan tehLinda ke kampus teh, Alhamdulillah yaah (#lagi-lagi dengan gaya ngomong syahrini). 

Di tengah perjalanan, tehLinda beli dulu alat tulis, lalu tertarik dengan dispenser dan setrikaan yang kebetulan ada disana terus jadi galau mu mendahulukan yang mana karna uang terbatas, akhirnya memutuskan pilih dispenser dulu setelah aku ngasih saran. Dan alhasil kami kembali ke kosan tehLinda buat nyimpen dispenser ini. Terus datanglah kembali kegalauan, duuh beli galon dimana yah? Warung masih pada tutup gini, paling ke indomart yang kebetulan ga terlalu jauh dari kosan tehLinda, tapi siapa yang mau bawain coba..? beuh.. akhirnya kita kembali ke asrama ikhwan untuk meminta bala bantuan. Dan saat lewat jalan menuju asrama, kita menemukan sosok bang dedi yang baru nyampe asrama dengan motornya, aha! (#pikiran licik pun kembali datang), tanpa pikir panjang kita pun masuk ke asrama ikhwan dengan maksud minta bantuan. Singkat cerita, bang Dedi (yang kita mintain bantuan) cape, jadinya bang Gogof yang bawain galon dengan meminjam motor bang Dedi. Alhamdulillah yaah… makasih banyak abang-abangku yang baik hati dan tidak sombong, rajin menabung pula :)

Tak terasa tiba-tiba udah Magrib ajah, aku dan tehLinda pun solat magrib dulu di mushola anak FKG Unpad, asiik.. hehe. Dan singkat cerita juga, akhirnya kita mampir dulu ke Yan Baso Solo buat makan, lapeur banget soalnya. Huhu… Dan (#lagi-lagi) singkat cerita sampailah kami di asrama, lalu galau melihat ruang depan asrama yang begitu kacau gara-gara pestaphora tadi siang. Aaiiih.. kami pun akhirnya mandi karna seharian ga mandi, parah banget, trus tepaaaar. Dan pada akhirnya malah tehHana yang beresin semuanya.. aduuh maaf ya teh.. kita ngerepotin teteh mulu. Huhu. Alhamdulillah yaah (lagi-lagi syahrini mode on ;p)

CMIIW
#end

agar-agar jelly dua lapis cinta #part-2



6 September 2011
Pagi-pagi buta aku masih nonton tipi, begadang ceritanya teh, tapi jam 2 udah tidur lagi sih.. hehehe. Bangun lagi jam 5 buat solat trus tidur lagi, dan singkat cerita tiba-tiba udah jam 9 ajah, dan aku belum mandi, dan emang ga akan mandi siiih.. males! Harus nimba euy di rumah mah.. ribet, cape, berat, keringetan lagi ntar teh pas selese mandi, jadi mending ga usah, haha parah. Terus aku mulai packing baju-baju yang kebetulan ketinggalan di rumah.. beuh banyaaak banget kaya mau mudik ajah bawaan aku, ckckck. Ditambah lagi bawa mie instan, kue lebaran, bumbu rujak, buah-buahan, dll. Minta uang juga gara-gara keabisan (;p).

Rencananya pulang dari rumah aku mu bantuin tehLinda packing dan pindahan ke kosan baru, tapi setelah dipikir-pikir masa cuma aku sendirian yang ngebantuin. Hmm hmm hmm kembali memutar otak (#ngaco), gimana yah..? Barang-barang yang harus dipindahin kan ga sedikit, mana jauh lagi jalannya ke kosan tehLinda, hmm… butuh bantuan ikhwan nih! Jadi aja aku usul ke tehLinda untuk mengadakan pesta agar-agar dan rujak party. Singkat cerita kita ke pasar ajah buat belanja nutrijel coklat, nutrijel jeruk, gula putih dan strawberry. Tanpa pikir panjang aku sms Halim

Iis: Mas Haaliiim. .Di asrama ada sapa ajh? #aku mu mampir :p
Halim: Ada ulfi,kg gofar,afif,yoga,wawan,opik.
Halim: Oh y, 1lg, angga
Iis: Acik acik banyak orang. .Owkayy
Halim: Tp pd d kmar msng2 smua mag ny mw ngapain k asrama?
Iis: Aadaaa deeeh. .Mu ngasih surprise :p

Tadinya emang mu ngasih surprise gitu, aku n tehLinda ke asrama ikhwan sambil bawa agar-agar jeli dan buah-buahan buat ngerujak trus kita bikin rujak n agar jeli party disana. Tapi tehLinda ga setuju, mending ikhwannya yang kesini, biar ntar setelah dijamu dengan semua makanan enak itu, kita kasih kardus-kardus barang tehLinda deh. Waah bener juga yah! Ide bagus, yowes.. akhirnya aku sms Halim lagi “Halim. .masih sebanyak tadi pagikah para ikhwan d asrama? Ak gajadi mampir ah. .kalian aja yg ksni mau gaaa? Mau yah mau yah! Aku kangeeen #dusta”. Halim tak merespon. Aah nyebelin, ya udah aku jarkom ke grup lagi deh “Aslm. .Temen temen eBand yg disayang Allah :) ke asrama akhwat yuuu! kita pesta agar2! kita petik mangga2 yg telah lama brsemayam truz ngerujak bareng jg yu yu yu! Di antos bada duhur d asrama akhwat :) nuhun #konfirm yh, baik deh”

Fathi langsung konfirm ga bisa karna belum di Bandung, berlanjut yoga yang juga ga bisa cenah mau ke Cisarua sama wawan, halim ga konfirm, kiki juga belum konfirm, angga cape, ulfi ada urusan, kang gofar gamau.. eeaaah semua weh pada ga bisa! Hupt.. uda beli bahan-bahan gini buat berpesta, masa ga jadi? Ntar stroberinya busuk kalo dibesokin. Aah! Galau ajah aku n tehLinda teh.. hmm para ikhwan ini ga asik ah, padahal ada bonus pahala menanti mereka. Sayang sekali sodara-sodara. Tapi tiba-tiba ditengah kegalauan itu kiki akhirnya sms “Sbnrny mw nghumvisit siang ni,tp sklian dr rmh trn @smpang, bleh jga having lunch dlu @jelly party cma ga kan lma kykny. siapa ja yg knfrm? Skrg dah da spa j?”. Alhamdulillah yaah (#syahrini’s style mode on). Dan akupun membalas “konfirm smua ki,kcuali halim. .Tp konfirmny teh pd gabisa tea. .haah ga asik nih mereka oke oke ditunggu iyya bentaran aja da,ngaBisin agar2 n rujak mah skali lahap la yah. .hehe”

Dan sekarang giliran wawan yang sms “Dah spa ja yg dtg?”, waah Alhamdulillah yaah ga Cuma kiki doang yang mau dateng. Singkat cerita, kiki pun datang sedang kita baru mau mulai bikin agar-agar dua lapis. Ya udah aku kasih kue lebaran dulu deh plus buah-buahan yang belum dipotong buat ngerujak. Trus tiba-tiba kiki nyamperin kita ke dapur, waduh waduh.. dan singkat cerita juga akhirnya wawan dateng.. horeee kaka naruto dateng! Trus wawan juga malah ikut-ikutan nyamperin kita ke dapur, trus nanya-nanya “is, ada makanan berat ga is? Lapeur nih”, “ga ada”, jawabku, “paling mie wan, mau mie? Kamu punya mie kan is?”, kata tehLinda teh. “oh iya ada tuh ambil ajah”, kataku, “mana is mienya mana?”, seru wawan antusias. Karna aku lagi sibuk ngaduk agar-agar jelly coklat, jadi ga ngewaro wawan, trus wawannya nagih lagi.. “is mana mienya?”, “iyaa ntar aku bikinin yang spesial deh buat wawan”, kata aku teh. Akhirnya wawan dan kiki pun keluar dari dapur dan kembali asik dengan kesibukan masing-masing, wawan motong buah-buahan, kiki sibuk ngopi foto, sedangkan aku dan tehLinda sibuk menghias agar-agar jeli ini biar cantik kaya kita berdua :).

Singkat cerita agar-agar pun jadi, tinggal nunggu dingin dan mengeras. Selagi nunggu, tehLinda bantuin potong buah-buahan, wawan sibuk nyuci buah-buahan yang udah dipotong, kiki? Masih sibuk ngopi foto-foto yang ada di si Rubby (komputer asrama akhwat), dan aku sibuk beresin dapur. Selesai beresin dapur, aku beranjak ke ruang depan, dan ngajak wawan metik mangga! Yuhuuu.. seru banget kita metik mangga, meskipun cuma ngambil 3 biji doang sih.. soalnya udah ada yang maling mangga sebelumnya kayanya teh. Wawan naik ke pagar dinding sambil bawa sapu dan aku nungguin dibawah pohon mangga buat ngambil mangganya yang jatuh “iih.. wawan jago banget sih kamu wan”, kata aku teh (kagum ceritanya), “biasa maling mangga waktu kecil ini teh”, timpal wawan, hahaha :D. Satu persatu mangga pun jatuh, aku sibuk ngambilin kesana-sini (#lebay), “aduuh.. banyak getahnya euy kena tangan aku”, celetuk aku teh, trus wawan menasehati (#asik) “simpen dulu aja is, bisi kena baju, susah ilang tau getahnya kalo kena baju!”, begitu nasihatnya. “ooh iya yah?”, timpalku seraya beranjak menuju ruang depan untuk menyimpan mangga-mangga itu.

Mangga pun langsung dipotong, “eh is, mana? Katanya mau masakin mie spesial?”, kata wawan. “eh iya lupa! Bentar yah!”, kataku sambil nyari sisa mie yang ada, trus balik lagi ke wawan “mie spesial rasa coklat yah waan?”, seruku. “iih, serius atuh is, masa rasa coklat?”, kata wawan, “kan pancinya bekas jeli coklat ai wawan, hahaha”, celetuk aku. Terus Kiki pun ikut-ikutan minta dibikinin mie, “aku satu ya is”, katanya teh. “oke.. mau yang mana mienya ki?” (sambil nunjukin 3 mie yang tersisa mie indomie rasa soto, mie sedaap rasa soto, dan mie indomie rasa ayam bawang). Singkat cerita kiki pilih mie indomie soto, wawan mie indomie ayam bawang, dan akupun beranjak ke dapur untuk menyentuh si panci dan kompor kembali. 3 menit kemudian, mie siap diangkat, aku bagi ke dua mangkok deh mienya, aga susah sih membagi dua mie dengan sama rata, hoho.. Ini cerita indomie-ku, apa ceritamu?

Selesai masak mie, aku baru kepikiran “ngapain sih aku repot-repot bikinin mereka mie? Kaya ga bisa bikin sendiri ajah”, yaudalayah.. salah sendiri bilang iya ntar aku bikinin mie spesial, aah mulutku tak bisa diajak kompromi nih (;p). aku bawa ke ruang depan deh mienya dan mereka memakannya dengan lahap. Terus wawan iseng masukin jambu air (yang udah di potong-potong buat ngerujak) ke mangkuk mienya kiki, awalnya kiki ngomel tapi jadi ketagihan, dimasukin jambu air lagi deh mienya, ditambah timun juga, dan nyaris menambahkan mangga muda juga, eeah jadi mie salad cenah ceritanya. Singkat cerita, sesi makan mie pun selesai, kini saatnya rujak party..! nyam-nyam-nyam wawan yang paling antusias menyantap buah-buahan dan sambal rujak itu, sampe panas perut cenah, hahaha kasian. Aku makan mangga muda hasil panen wawan, dan rasanya ga manis, ga asem, entahlah.. tak berasa! “iih, mangganya ga asem, ga manis ini mah.. gada rasanya”, celotehku, dari sini muncullah gombalan kiki, saat aku akan melahap kembali mangga muda yang tak berasa itu, kiki manggil “iis”, otomatis aku langsung melirik kiki trus dia senyum sambil bilang gini “manis kan sekarang?”, eeaah gombalan standar, hihihi :”>
CMIIW
#to be continued 

agar-agar jelly dua lapis cinta #part-1



Pukul 21.13 WIB hari Selasa, 6 September 2011 aku mulai mengetik, mencoba mengabadikan suasana keceriaan dan kelelahan hari ini dan kemarin lewat tulisan. Mengenang seluruh detail urutan kejadian dan merangkainya dalam kerangka tulisan yang mungkin tak jelas. Belum 100% kerangka itu selesai, teh Linda udah mulai mengajakku untuk kembali berpesta ‘agar-agar jelly dua lapis cinta’ romantis-romantisan berdua candle light dinner gitu, jadi… tepat pukul 21.24 kami kembali berpesta ‘agar-agar jelly dua lapis cinta‘ di ruang tengah asrama, lanjut pukul 21.39 kami mulai berpesta ‘sup susu strawberry’, “hmm nyammii”. Teh Linda langsung tepar… sedang aku? yaa lanjutin kerangka tulisan ini. Hmm… mulai dari mana yaah..?
Okey.. gini ceritanya..

5 September 2011
Pagi itu, asrama akhwat sepi.. hanya ada aku dan Rahma yang baru pindahan kamar kemaren. Hmm hmm hmm, akupun mulai memutar otak (#ngaco) “gimana yaah biar rame?”, akhirnya aku ajaklah kiki yang kebetulan lagi sakit untuk sarapan bubur spesial bikinan aku di asrama, tapi karna ga enak ma yang lain, ga jadi deh bikin buburnya.. jadinya makan-makan! (sekalian aku jadiin alibi juga sih, biar karpet asrama akhwat kembali :), coz syaratnya adalah NO KARPET = NO MAKAN-MAKAN!. Hahaha :D). Tanpa pikir panjang, aku jarkom lah para ikhwan, dengan lihai jari ini mengetik sms “Teman teman eBand yg uda d asRama. . Ke asrama akhwat yaaah. . temenin aku sarapan pagi J ditUnggu”, okeyy send to group etoser ikhwan dan singkat cerita tu sms delivered ajah.

Hecticlah aku ma Rahma pagi-pagi langsung ke pasar buat belanja dan yang malu adalah ketika kita nanya harga, nanya yang jualan tahu dimana, yang jualan baso dimana, inilah itulah, si ibu yang jualan di Pasar itu langsung  bilang gini “neng baru pertama kali ke pasar yah..?” (#hihihi malu-maluin). Singkat cerita jadilah masakan ala chef Rahma-is queen, ada sayur toge tahu, telor pizza wortel, oseng buncis sosis merah, sambal keterlaluan (hehehe maaf Rahma seenaknya banget gini aku ngasih nama semua masakan kita) dan nasi yang super banyak (soalnya waktu nanya ke Kiki ikhwan yang ada di asrama ada berapa orang, dia bilang 7, ya ealah aku bikin nasi super banyak.. eh taunya yang dateng cuma Kiki, Halim doang, huhu). Makanan belum tersaji, Kiki udah dateng.. dan pintu depan ga bisa dibuka gara-gara kunci gembok duplikat punyaku tak mampu membukanya, jadilah Kiki masuk lewat samping, beberapa menit kemudian datanglah Halim. Trus pas makanan tersaji, makan weh ceritanya teh. Lalu sekitar jam 11an uda mulai ‘krik-krik’ mu ngapain, sedangkan nasi masih tersisa begitu banyak. Kemudian sang presiden kita angkat bicara,

Kiki: “ayo is masak lagi!”
Iis: (mengulurkan tangan isyarat minta duit)
Kiki: “eh uang yang aku kasih semalem mana?” (#mulai ngegombal ;p)
dan akupun ikut ngegombal *SENSOR* (kata-kata gombalanku terlalu berat cenah kata kiki, ga kuat, jadi di sensor ajah)
Iis: “Kiki aja gih yang masak”
Kiki: “ada telor ga?”
Iis: “ada, tapi cuma satu, itupun punya teh Hana, eh ‘telor pizza wortel’ ini juga pake telor yang ada di dapur, heu punya teh Hana kayanya” (maaf ya teh ga minta izin dulu)
Kiki: “ooh cukuplah satu juga”

Singkat cerita, tiba-tiba Rahma harus rapat ke kampus. Aaiiih aku ditinggal sendiri bersama dua ikhwan ini, waduh! Dan beruntungnya datanglah icha dengan tas unyunya yang ia punya sejak kelas 2 SD cenah, terus bentar lagi katanya teh Linda juga bakal dateng, acik acik jadi aku ga sendirian lagi deccch akhwatnya. Icha makan, Halim pergi nyari bumbu nasi goreng dan kokakola (#nyunda ;p), Kiki masak, aku nyuci piring, teh Linda belum dateng. Hmm hmm hmm rasanya masih belum rame nih kalo cuma berdua doang ikhwannya, jadi aku kirim sms lagi deh ke ulfi “abang upli sini dooong! Ada sesi ‘menemaniku makan siang’ jg ko. . Ditunggu”. Lamaaa banget gada respon, kiki bilang pasti masih tidur, ya udah.. berpalinglah aku ke wawan (;p), aku sms wawan deh

Iis: Wawaaan sini dooong! Ada sesi ‘menemaniku makan siang’ jg lho. . Datengyaaa Ditunggu
Wawan: Jam brapa?
Iis: Skrg juga!! Ayo cepet. .kburu keaBisan,hehe uda ada kiki n halim dsni. . Cepet yaaah

Setengah jam kemudian, aku mulai gelisah (#lebay) kok wawan ga dateng-dateng yah?. Terus tiba-tiba hape aku bunyi, wah ada sms dari wawan!
Wawan: Msh tersisakah? Otw nih..,
Iis: Masi masi. .
Lama nungguuu.. wawan ga dateng-dateng.. ‘heran, kamu Otwnya dari mana kemana sih wan?’, ngoceh sendiri di ruang depan.

Singkat cerita, dateng ajah wawan teh, trus langsung makan nasi goreng ala chef kiki, dan yang aneh dia makan nasi gorengnya pake sale pisang. Hah dasar wawan, ckckck. Wawan cuma makan setengahnya dan berhenti karna sale pisangnya abis. Waduh.. siapa yang mu ngabisin nasi goreng ini dong? Uda pada kenyang semua. Tiba-tiba tak disangka kembali berbunyilah hapeku, kali ini sms dari Ulfi “ki, is, sory td ktduran..kecapean td mlm cuy.”, terus aku bales “Masih ada nasi goreng bikinan kiki nh (sisa wawan :p) sini aja kalo mau hehe”. Ulfi à not responding, aih.. curiga tidur lagi ini mah (;p). waduh kalo Ulfi ga dateng, gimana nasib nasi goreng ini dong? Uda cape-cape kiki bikinin gini, masa ga dimakan? Tapi da aku kenyang atuh. Beberapa menit kemudian Rahma datang.. Alhamdulillah dia lagi lapeur, (#hihihi), akhirnya Rahmalah yang menghabiskan semua nasi goreng spesial ala chef kiki dengan lahapnya, karna lapeur banget cenah. Acara berlanjut ke ngobrol-ngobrol asik! Cerita tentang bentuk bulan, tentang lebaran, tentang film, tentang keripik buah, tentang teknik material, dan banyak-banyak lagi.. seru banget pokonya, apalagi wawan yang nyeletuk kalo bikin keripik buah semangka itu susah (#hahaha sok ngaco, ya iyalah!)

Kita (Iis, teh Linda, Kiki, Wawan) asik ngobrol kemana-mana, sedangkan Halim asik sendiri meng’autis’ bersama drama korea di Indosiar, ckckck. Dia tetep asik nonton pake hapenya Icha, meskipun diganggu ma kiki yang iseng nge-miskol ke hape icha, terus aku juga ikut-ikutan ngejailin. Rahma udah pergi lagi waktu itu teh, icha di kamar kayanya, ato jangan-jangan asik nonton drama korea juga bareng Halim ;p

Hari mulai sore, Wawan ngajak Kiki dan Halim buat nemenin ke kalapa mu belanja cenah, tapi tak satupun dari mereka yang mengiyakan, hoho kasiaaan wawan, kalo aku udah mandi mah Wan, aku anterin da.. hahaha :D. Sementara di ruang tengah, Halim belum selesei juga nonton drama koreanya, padahal kiki udah ngajak pulang. “is, masak lagi yu.. makan sore”, ajak kiki ke aku (#tapi aku tau itu cuma becanda). “yeeeh.. mu masak apalagi? Udah ga ada apa-apa juga”, ceuk abi teh. Udah aja singkat cerita, drama korea di Indosiar itu selesai. Pulanglah mereka berdua ke tempat asalnya, aku juga mu pulang ke rumah (#soalnya baju-bajuku masih ditinggal di rumah), Icha mu pulang ke rumah juga, Rahma udah duluan pulang ke rumah, Asih dateng dan langsung packing mau pindah asrama, padahal teh Linda baru dateng dari Parung, kasian ntar sendirian.

Saat mengantar kepulangan Kiki dan Halim ke depan pintu, aku udah bisa nebak kalo Kiki pasti bakal ngegombal lagi nih.. (#soalnya biasanya gombalan-gombalan maut itu emang selalu dia lontarkan pas mu pulang). Dan emang bener Kiki mulai menggombal “ada yang ketinggalan ga yah?” (sambil so’ iyeh nengok-nengok di balik pintu yang udah ada akunya yang baik hati, cantik, tidak sombong dan rajin menabung ini berdiri tegap disitu untuk mengantar kepulangan mereka). Aku diem ajah menunggu gombalan itu terlontar, hahaha :D. Terus Kiki (#yang lagi-lagi so’ iyeh, so’ so’an menganggap memang tak ada yang tertinggal). 

“Daaah… hati-hati yaaah”, kata aku teh dengan cerianya, biasa sih emang suka ceria setiap saat aku mah ;). Halim udah nyampe gerbang depan asrama dan ngucapin salam, tapi Kiki mah baru nyampe halaman tengah malah berbalik dulu (#buat ngegombal) “eh ada yang ketinggalan ga sih, Is?”. Hmm.. oke aku juga mu so’ iyeh, aku liat deh ke sekeliling ruang tengah buat mastiin emang gada yang ketinggalan. “Ngga! Ga ada ko!”, seruku. Terus kiki bilang gini “Hati aku? (diem bentar) oh ini, udah  ada disini hati aku mah (sambil ngelus dada tea) (#eah.. seneng banget ngegombal deh kamu ki, ckckck ketularan Andre OVJ ini mah pasti ;p).

Singkat cerita, acara “menemaniku makan” usai sudah! Akupun yang dari pagi belum mandi langsung mandi, Icha udah pergi, Asih juga udah mu pergi, hmm hmm hmm kasian juga kalo teh Linda sendirian disini. Akhirnya aku ajak aja teh Linda ikut ke rumah, dan sebelumnya mampir dulu ke rumah Ibu kosannya teh Linda buat minta kunci, terus Ibunya ngira teh Linda sama kaya teh Tami, sama-sama S2, trus ngira kalo aku adiknya teh Linda yang baru mau masuk kuliah, hihihi sayang sekali tebakan Ibu salah semua Bu (;p). Singkat cerita pulanglah kami (aku n teh Linda) ke rumah orang tuaku, terus kita tidur di kamar teteh aku yang kebetulan saat itu lagi jalan-jalan ke ciater jadi bisa leluasa aku tempatin rumahnya. Asik banget pokonya bermalam bersama teh Linda, kita seru-seruan cerita-cerita tentang masa lalu, hahaha :D. Banyak banget cerita lucunya, mulai dari kisah lope-lope mangki ampe kisah lope-lope yang sulit dimengerti, asik bangetlah pokonya :). Ntar kisah-kisah itu aku jadiin cerpen deh teh, kalo sempet, seru banget soalnya, baru denger kisah yang se-unyu itu :3. Alhamdulillah yaah (#syahrini’s style mode on)
CMIIW
#to be continued